Minggu, 23 November 2008

Green Force Belum Aman



Jalan Menembus 24 Besar

2 Persebaya v Gresik United 1 (babak 48 besar)

SURABAYA - Persebaya Surabaya masih belum tenang. Sebagai tim besar, anak asuh Freedy Muli itu bisa terjegal pada babak pertama atau babak 48 besar Copa Indonesia IV. Pasalnya, Green Force (julukan Persebaya) hanya mampu menang 2-1 (1-0) atas tamunya, Gresik United, pada laga first leg di Gelora 10 Nopember, Surabaya, kemarin (23/11).

Dua gol Persebaya disumbangkan Anderson da Silva pada menit kesembilan dan 66. GU menyamakan kedudukan melalui tendangan Hermawan menit ke-50.

Pertandingan second leg akan dilaksanakan di Stadion Petrokimia Gresik pada Minggu nanti (30/11). Nah, jika kalah 0-1, jalan Bejo Sugiantoro dkk menembus babak 24 besar bakal buyar.

''Saya akui, kali ini GU bermain bagus. Para pemain mereka sangat disiplin,'' papar Freddy seusai pertandingan. Skuad GU memang tampil gemilang, khususnya kiper Dedy Iman. Dia beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang. Padahal, di awal-awal babak pertama, pemain Persebaya langsung mengurung pertahanan GU.

Barikade para pemain belakang Laskar Joko Samudro (julukan GU) akhirnya jebol pada menit ke-9 setelah diterjang heading bek Persebaya Anderson da Silva. Pemain asal Brazil itu menyundul bola setelah menerima umpan tendangan bebas Javier Roca dari sisi kiri pertahanan GU.

Meski unggul satu gol, serangan Persebaya tidak kendur. Bahkan, dua peluang lagi diperoleh tim juara Ligina dua kali itu melalui Andi Oddang dan Roca.

Meski demikian, punggawa GU tetap memberikan perlawanan gigih yang membuat jantung para Bonek berdegup. Terbukti, gawang Persebaya hampir bobol pada menit ke-27 lewat tembakan keras Danang Yulianto. Untung, kiper Persebaya Endra Prasetya mampu menepisnya. Selain itu, duet tukang gedor GU, Basuki dan Hermawan, beberapa kali mampu membuat barisan pemain bertahan Persebaya pontang-panting.

''Ini adalah hasil maksimal bagi kami. Mengandalkan semangat dan kedisiplinan, kami bisa menahan Persebaya,'' jelas Sasi Kirono, salah seorang karteker GU.

Memasuki babak kedua, para pemain Persebaya makin bergairah untuk mencetak gol kedua. Tapi, terlalu asyik menyerang membuat lini belakang Persebaya lengah. Akibatnya, tendangan keras Hermawan dari luar kotak penalti membuat gawang Persebaya bergetar pada menit ke-50.

Hermawan mampu mengelabui Anderson dan Bejo yang menghadangnya sebelum melepaskan tendangan. Tapi, Freddy berpendapat lain. ''Gol GU itu hanya tendangan spekulasi yang kebetulan masuk,'' ujarnya.

Kebobolan satu gol membuat para pemain Persebaya terhenyak. Mereka kembali menggempur barisan GU. Usaha itu membuahkan hasil. Di tengah buntunya penyerang Persebaya yang dijaga ketat oleh benteng GU, Anderson muncul sebagai solusi. Pemain berumur 33 tahun itu mencetak gol keduanya menit ke-66 lewat heading. ''Saya yakin, kami masih punya peluang untuk lolos ke babak selanjutnya. Di Gresik nanti, kami akan bekerja keras untuk menang,'' tegas Sasi. (nar/uan/diq)

SUSUNAN PEMAIN:

PERSEBAYA: 27-Endra Prasetya (g), 17-Bobby Satria, 5-Bejo Sugiantoro (k), 30-Anderson da Silva, 8-Taufiq, 18-I Putu Gede, 13-Javier Roca/12-Wimba Sutan Fenosa (72'), 20-Andi Oddang/10-Andik Vermansyah (60'), 9-Jairon Feliciano/23-Dodit Fitrio (84')

GRESIK UNITED: 27-Dedi Iman (g), 25-Dwi Prio Utomo, 3-Rudiyanto, 5-Bernard Mamadou, 15-Khabib Syukron/26-Rendy Firgoris (70'), 19-Zudi Harto/Hery Purnomo (31'), 16-Jajang Paliama (k), 23-Mulyanah, 4-Danang Yulianto/7-Brahima Traore (59'), 11-Basuki, 12-Hermawan

Kamis, 13 November 2008

Petaka Adu Penalti bagi Chelsea


LONDON - Chelsea kehilangan satu peluang meraih gelar musim ini. Hal itu terjadi seiring tersingkirnya The Blues -julukan Chelsea- di babak 16 besar Piala Carling kemarin. Di luar dugaan, klub raksasa Inggris tersebut kalah adu penalti 4-5 dari Burnley, tim anggota Championship alias Divisi Satu Liga Inggris.

Adu penalti dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sampai babak perpanjangan waktu selesai di Stadion Stamford Bridge, London. Chelsea unggul dulu lewat gol Didier Drogba pada menit ke-27. Namun, keunggulan tuan rumah dibalas Burnley dengan gol Ade Akinbiyi pada menit ke-69.

Pada babak perpanjangan waktu, Franco Di Santo nyaris membawa Chelsea unggul. Tapi, bola tendangannya melebar di samping gawang tim tamu yang dikawal Brian Jensen. Gelandang The Blues Frank Lampard sempat menggetarkan jala lawan. Tapi, wasit menganulir gol tersebut karena Lampard sudah berada dalam posisi offside.

Memasuki menit ke-116, Burnley harus bermain dengan 10 orang setelah Steve Caldwell menerima kartu kuning kedua. Keunggulan jumlah pemain tidak bisa dimaksimalkan Chelsea. Skor 1-1 bertahan sampai akhir perpanjangan waktu dan adu penalti pun digelar.

Lagi-lagi, Chelsea sial dalam babak adu penalti. Dua di antara enam algojo The Blues gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka adalah Wayne Bridge dan John Obi Mikel. Di sisi lain, hanya satu algojo Burnley yang gagal, yakni Wade Elliot. Chelsea pun kalah dengan skor 4-5.

Kekalahan tersebut menambah catatan negatif Chelsea untuk urusan adu penalti. Dalam empat kesempatan sebelumnya, The Blues juga gagal memenangi adu penalti. Pada final Liga Champions 2008 di Moskow, Chelsea kalah 5-6 oleh Manchester United. The Blues juga menyerah kepada lawan yang sama pada ajang Charity Shield 2007. Sebelum itu, Chelsea disingkirkan Liverpool di semifinal Liga Champions lewat adu penalti (1-4).

Tersingkir dari ajang Piala Carling tidak terlalu diratapi kubu Chelsea. Pelatih Luiz Felipe Scolari mengaku bisa menerima kegagalan timnya. Apalagi, mereka kalah lewat adu penalti yang lebih mengedepankan faktor keberuntungan.

''Saya memilih mengistirahatkan pemain utama karena mereka sudah melewati banyak pertandingan. Saya tidak marah atas kekalahan ini. Pemain sudah berusaha yang terbaik. Saya hanya sedikit kecewa,'' kata Scolari sebagaimana dilansir The Sun.

Pelatih asal Brazil itu mengaku timnya banyak membuang peluang. ''Kami membuat kesalahan dua, tiga, empat kali. Lawan punya satu peluang dan mereka mencetak gol. Selesai,'' ujar Scolari.

Di sisi lain, arsitek Burnley Owen Coyle sangat bangga atas penampilan heroik anak buahnya. Meski menjadi underdog, perjuangan keras pemain Burnley mampu memberikan perlawanan kepada tim sekelas Chelsea. ''Dibanding Chelsea, kami ini tidak ada apa-apanya. Mereka salah satu tim terbaik dunia. Kami sempat tertekan setelah Didier Drogba mencetak gol. Tapi, kami tidak patah semangat,'' ungkap Coyle. (ali/ca)

Tarian Legenda Asal Usul Suku Asmat


SURABAYA - Bertahtakan mahkota bulu-bulu burung Kasuari, pria dengan wajah corang-coreng cat memainkan tifa. Ketika bunyi tabuhannya semakin keras, muncullah tiga pria lain dengan kostum serupa. Keempat pria tersebut lantas menari dengan iringan musik rancak khas Papua.

Cuplikan adegan pertunjukan tari tersebut merupakan perwujudan legenda asal usul suku Asmat di Papua. Legenda tersebut diwujudkan dengan apik lewat karya Darlane Litaay bertajuk MBIS dalam Festival Cak Durasim (FCD) 2008 di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur tadi malam (13/11).

Menurut sebuah versi, suku Asmat berasal dari seorang dewa bernama Fumeripits. Karena bosan hidup sendirian, dewa tersebut menciptakan patung-patung berbentuk manusia dari kayu. Tidak hanya membuat patung, dia juga menciptakan sebuah alat musik dari kayu yang dinamakan tifa. Ketika alat musik tersebut dipukul keras-keras, patung-patung manusia itu pun hidup.

Adegan dewa Fumeripits yang tengah memukul tifa tersebut diperankan dengan baik oleh sang penata tari, Darlane. Lewat gerak tari yang menggambarkan satu adegan magis, Darlane menggerakkan tubuhnya dengan lincah.

Legenda tersebut memang tidak disajikan lewat sejumlah adegan. Empat penari termasuk Darlane lebih memilih menyuguhkan legenda tersebut lewat simbol-simbol yang diwujudkan dalam gerak dan musik.

Dalam balutan kostum yang terdiri dari mahkota yang terbuat dari bulu burung kasuari, kakaktua dan cenderawasih, rumput atau alang-alang yang dikreasikan menjadi rok serta tidak lupa kalung dengan bandul taring babi, para penari bergerak membentuk berbagai formasi. Salah satunya formasi berjajar di lantai, di mana mereka menari dalam posisi telentang menyamping di lantai. Dalam posisi tersebut, keempatnya membentuk formasi yang mirip dengan patung jika dilihat dari depan.

''Itu salah satu bentuk simbolisasi berupa patung manusia dari kayu," jelas pria 24 tahun itu.

Keunikan tidak hanya terletak pada kostum, gerak tari ataupun musiknya. Dalam pertunjukan tari kontemporer tersebut, Darlane sempat menyisipkan beberapa gerakan patah-patah khas hip hop. "Saya memang ingin memadukan beberapa unsur dalam karya saya yang merupakan perpaduan tari tradisional dan kontemporer," tutur pria kelahiran 7 Agustus 1984 itu.

Selain pertunjukan tari MBIS, FCD juga menampilkan tari Gambar Cahaya karya koreografer Shinta Yuniar Utami asal Surabaya, dan tari 115-on Click karya Nungki Nurcahyani dari Solo.

Malam ini, giliran Hamzah Fansuri (Surabaya) akan menampilkan karya monolog Arthur S. Nalan bertajuk Prodo Imitatio. Selain itu juga akan tampil Lanjong Kutai Kertanegara dan penampilan dari Taman Budaya Samarinda, Kaltim. (ken/ari)

Senin, 10 November 2008

Dua David Idol Bersaing Lagi, Sama-Sama Luncurkan Album


Los Angeles - Gegap gempita perhelatan American Idol (AI) 2008 yang mengantarkan David Cook sebagai juara sudah melewati hitungan bulan. Namun, bulan ini, tepat lima bulan setelah persaingan di panggung Idol antara Cook dengan rivalnya, David Archuleta, berakhir, keduanya kembali bersaing. Kali ini mereka adu kekuatan dalam penjualan album.

Memang, Cook dan Archuleta sama-sama memilih November sebagai bulan hoki untuk merilis album pasca AI. Archuleta memilih 11 November guna merilis album perdananya yang bertajuk David Archuleta. Sementara itu, Cook mengambil 18 November sebagai start peluncuran album yang juga berlabel sesuai dengan namanya, David Cook. Dan, keduanya sama-sama berambisi besar lewat album perdana tersebut.

Archuleta yang memikat jutaan wanita muda lewat gaya romantisnya saat di AI ingin album pertamanya menjadi pembuktian bahwa dirinya tak sekadar berwajah tampan. "Saya pikir album ini menunjukkan berbagai gaya. Ada lagu yang bernuansa reggae, ada juga yang lembut, dan rancak," kata pemuda 17 tahun yang menyatakan belum siap berkencan serius itu.

"Saya banyak melantunkan tembang balada pada AI karena saya merasa berhubungan dengan banyak orang lewat gaya itu," ucapnya. "Namun, saya tidak ingin orang menilai saya hanya bisa menyanyikan balada. Saya masih muda dan juga mendengarkan radio Top 40," imbuhnya lantas tertawa.

Cook sendiri dan timnya dari 19 Recordings/RCA optimistis bisa merebut pasar meski telat sepekan setelah Archuleta meluncurkan albumnya. "Kami memiliki penggemar yang berbeda," ujar lelaki 25 tahun tersebut. "Saya bersama tim bisa menghadirkan musik yang akurat sesuai dengan gaya saya," sambungnya.

Hal serupa dilontarkan Archuleta. "Saya tahu semua orang menganggap kami (dirinya dan Cook, Red) masih bersaing. Namun, kami sama sekali berbeda," ulas Archuleta. "Cook rocker, gitaris, dan musisi luar biasa, sedangkan saya anak pop," tambahnya.(tia)

Terlibat pengeroyokan di Hotel Menara, Polisi Tangkap Hercules


JAKARTA - Polres Metro Jakarta Barat menangkap Hercules karena terlibat pengeroyokan di Hotel Menara Peninsula Minggu dini hari kemarin. Bersama belasan anak buahnya, lelaki yang ditokohkan oleh komunitas Timor Leste di Jakarta itu menghajar Briptu Benny Santoso dan Abraham Sugeng alias Deni karena masalah utang-piutang.

Kapolrestro Jakarta Barat Kombes Pol Iza Fadri memaparkan bahwa Hercules disewa Budiyanto untuk menagih utang kepada korban. Belakangan Budiyanto pun juga ditangkap.

Hercules tidak bisa mengelak karena pengeroyokan tersebut terekam kamera CCTV hotel tersebut. Polisi juga menyita barang bukti sebilah pisau lipat. "Tidak ada kelompok preman yang bisa berlindung di atas hukum. Termasuk Hercules harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum," tegas Iza.

Dalam setahuh terakhir, tiga kali polisi menahan Hercules. Sebelumnya, dia ditahan karena pengeroyokan di Kantor Indo Pos dan kasus pendudukan tanah di Perumahan Citra 6 Kalideres.

Penangkapan ketiga berawal ketika 20 anak buah Hercules mengawal Budianto di restoran Hotel Peninsula untuk menunggu Deni. Keduanya sudah membuat janji menyangkut pembayaran utang. Begitu melihat Deni datang, puluhan orang tersebut langsung merubung.

Kebetulan, saat itu Briptu Benny sedang menyelidki kasus narkoba di sekitar Hotel Peninsula. Benny pun berusaha mencegah pengeroyokan tersebut.

Bukannya mematuhi arahan polisi, beberapa di antara anak buah Hercules itu malah memukul Benny. Ketika perhatian beralih ke Benny, Deni memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur.

Namun, anak buah Hercules berhasil mengejar dan menangkapnya. Bahkan, salah seorang di antara mereka menusuk korban dengan pisau.

Melihat perkembangan situasi itu, Benny menghubungi mapolres untuk meminta bantuan. Polisi pun berdatangan dan berhasil meringkus beberapa tersangka pengeroyokan itu. Salah satunya Hercules.

Tetapi, Hercules berkilah tidak tahu-menahu pengeroyokan tersebut. Dia mengaku kebetulan berada di dekat lokasi. "Saya baru melakukan petemuan dengan seorang tamu dari Timor Leste," dalihnya.(dni/jpnn/ruk)

Real Madrid Menang Dramatis, Barcelona Pesta Gol


BARCELONA - Dua laga seru mewarnai jornada (pekan) kesepuluh Liga Primera Spanyol dini hari kemarin (9/11). Semakin menarik karena melibatkan dua tim raksasa. Di Stadion Santiago Bernabeu, Real Madrid menang dramatis 4-3 saat menjamu tim promosi Malaga. Sedangkan di Nou Camp, tuan rumah Barcelona menunjukkan superioritasnya dengan menggebuk Real Valladolid 6-0!

Kemenangan Real benar-benar diraih dengan susah payah. Mereka sempat tiga kali tertinggal sebelum akhirnya balik unggul dan mengunci kemenangan. Tidak hanya itu, Real harus bermain dengan sepuluh orang setelah bek Sergio Ramos diganjar kartu merah jelang turun minum.

Bayang-bayang kekalahan muncul ketika Real masih tertinggal 2-3 pada menit ke-70. Namun, dua gol beruntun dari Gonzalo Higuain pada menit ke-71 dan ke-78 memastikan kemenangan Real atas Malaga. Hebatnya, penyerang asal Argentina itu pula yang mencetak dua gol tuan rumah sebelumnya.

''Dia (Higuain) bermain di posisi yang pas. Dia bisa memaksimalkan kecepatan dan kemampuan dribbling-nya,'' kata Bernd Schuster, pelatih Real Madrid, yang mengomentari aksi gemilang Higuain seperti dilansir AFP. ''Kemenangan ini menjadi suntikan moral yang sangat berarti bagi kami,'' sambung pria asal Jerman itu.

Bagaimana dengan kartu merah Ramos? ''Kartu merah tersebut mengejutkan saya. Saya pun tidak ingin berkomentar yang lain,'' jawab Schuster.

Kemenangan atas Malaga sempat mengantar Real ke puncak klasemen sementara. Namun, itu tidak bertahan lama. Dua jam berselang, singgasana Liga Primera kembali menjadi milik Barcelona yang menang telak 6-0 atas Real Valladolid. Barca -julukan Barcelona- mengemas 25 poin, unggul dua angka dari Real.

Jika Higuain menjadi pahlawan Real, bintang kemenangan Barca adalah Samuel Eto'o. Striker asal Kamerun itu tampil gemilang dengan memborong empat gol. Hebatnya, seluruh gol tersebut lahir di babak pertama. Masing-masing pada menit ke-12, 30, 42, dan 44. Eto'o pun berkibar di puncak daftar pencetak gol terbanyak sementara dengan 13 gol. Dua gol Barca lainnya dicetak Eidur Gudjohnsen (71') dan Thierry Henry (83').

''Eto'o bermain luar biasa. Itulah yang terbaik darinya. Dia pemain luar biasa. Semua hal positif di pertandingan ini menjadi miliknya,'' tegas Josep Guardiola, pelatih Barcelona, di situs resmi klub.

''Kemenangan ini sangat bagus. Kami meraih kemenangan kedelapan beruntun di Liga. Tapi, kami harus tetap bekerja keras. Kami belum meraih titel apa-apa,'' lanjut mantan bintang Barca dan timnas Spanyol itu.

Di sisi lain, entrenador (pelatih) Valladolid Jose Luis Mendilibar mengakui ketangguhan Barca. ''Ini hasil yang tidak kami harapkan. Kami membuat banyak kesalahan dan sering kehilangan bola. Hal tersebut semakin memudahkan Barcelona melakukan tekanan. Gol ketiga dan keempat mutlak kesalahan pemain kami,'' tutur Mendilibar sebagaimana dilansir Goal.

''Barca punya pemain berteknik tinggi. Mereka bisa menang dengan mudah. Kita akan melihat bagaimana mereka ke depan. Tapi, untuk saat ini, Barca adalah tim terbaik,'' sambung Mendilibar. (ali/ca)

Rabu, 05 November 2008

Boaz Sudah Bergabung, Hari ini Ikut Latihan




JAKARTA – Persiapan timnas Indonesia ke Grand Royal Challenge Myanmar 2008 benar-benar tidak maksimal. Hingga kemarin (4/11), pemain yang latihan belum komplet. Hanya ada 13 pemain di hari kedua latihan timnas.
Namun, tidak semuanya dalam kondisi prima. Misalnya, Bambang Pamungkas yang cedera engkel dan Ismed Sofyan yang terserang demam. ”Kondisi ini jelas sangat menganggu. Apalagi, waktu kami mempersiapkan ke Myanmar sangat singkat. Kalau nanti kami kalah, pasti Bendol (sapaan Benny Dolo, pelatih timnas, Red) lagi yang disalahkan,” ujar Bendol.
Timnas memang harus berangkat ke Myanmar pada 9 November mendatang. Pasukan Garuda akan bertarung di Grand Royal Challenge yang diadakan pada 11–21 November mendatang. Nah, karena jadwalnya mepet, praktis timnas hanya punya waktu enam hari untuk mempersiapkan diri.
”Saya tadinya berharap agar semua siap pada 3 November. Tapi, ini jelas menyulitkan. Kenapa saat kami sudah persiapan, masih ada saja pertandingan?” keluh Bendol. Beberapa pemain belum bergabung karena masih harus bertanding di timnya. Mereka adalah pemain Sriwijaya FC Palembang dan Arema Malang yang hari ini bertanding di laga pembukaan Copa Indonesia IV.
Di kubu Sriwijaya FC, ada Charis Yulianto, Isnan Ali, Ferry Rotinsulu, dan Wijay. Di Arema, ada Arif Suyono dan Fandy Mochtar. Selain mereka, nama gelandang Pelita Jaya Jawa Barat Firman Utina belum tampak. ”Firman masih cedera dan kini sedang terapi. Semoga dia bisa segera bergabung. Kalau tidak, tentu kondisi semakin sulit,” sebut Bendol.
Perkembangan menarik datang dari Boaz Solossa. Striker Persipura Jayapura itu ternyata sudah bergabung dengan timnas kendati kemarin dia belum terlihat di lapangan. ”Saat ini, dia (Boaz, Red) berada di hotel karena baru tiba. Besok (hari ini, Red), dia sudah ikut berlatih,” terang Chandra Solehan, asisten manajer timnas.
Dalam latihan kemarin, ada perubahan dalam komposisi pelatih timnas. Kemarin, asisten pelatih kiper Sudarno tidak tampak. Yang ada justru Arjuna Rinaldi, pelatih Pelita Jaya.
”Saya hanya membantu di sini,” terang Arjuna. ”Sudarno sedang sakit. Karena itu, kami sementara menggunakan tenaga Arjuna,” sambung Bendol. (fim/diq)
DAFTAR PEMAIN YANG TELAH BERLATIH
Markus Horison, Dian Agus Prasetyo, Usep Munandar, M. Roby, Erol Iba, Ismed Sofyan, Ponaryo Astaman, Elie Aiboy, M. Ilham, Aliyudin, Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Musafri